SYS_STATUS: OPTIMAL | SECURE_CONN: TRUE
LOC: BALI_HQ | 22:18:42 UTC+8
Dewata Solutions
Status DECLASSIFIED
Date_Log 21 Feb 2026
Author_ID UNKNOWN
Read_Time EST. 5 MINS
REF: membuat-website-umkm

Panduan Lengkap Membuat Website Profesional untuk UMKM

"Di Indonesia, lebih dari 64 juta unit UMKM menyumbang sekitar 61% terhadap PDB nasional dan menyerap 97% tenaga kerja [1]. Namun faktanya, dari jumlah tersebut baru sekitar 25 juta UMKM yang terintegrasi ke ekosistem digital [2]. Artinya, hampir 40 juta pelaku usaha masih belum memiliki kehadiran online yang memadai, termasuk website. Padahal, dengan 229,4 juta […] "

Panduan Lengkap Membuat Website Profesional untuk UMKM
// IMG_SOURCE: MAIN_DB

Di Indonesia, lebih dari 64 juta unit UMKM menyumbang sekitar 61% terhadap PDB nasional dan menyerap 97% tenaga kerja [1]. Namun faktanya, dari jumlah tersebut baru sekitar 25 juta UMKM yang terintegrasi ke ekosistem digital [2]. Artinya, hampir 40 juta pelaku usaha masih belum memiliki kehadiran online yang memadai, termasuk website.

Padahal, dengan 229,4 juta pengguna internet di Indonesia pada 2025 dan penetrasi yang mencapai 80,66% [3], potensi pelanggan yang bisa dijangkau melalui website sangatlah besar. Calon pembeli Anda kemungkinan besar sudah online, pertanyaannya adalah: apakah mereka bisa menemukan bisnis Anda?

Artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah untuk membuat website profesional bagi UMKM, mulai dari perencanaan, pemilihan platform, hingga optimasi agar website Anda benar-benar mendatangkan pelanggan.

Mengapa UMKM Wajib Punya Website di 2026?

Banyak pelaku UMKM merasa cukup mengandalkan media sosial atau marketplace untuk berjualan. Memang, platform seperti Instagram, Tokopedia, atau Shopee sangat membantu. Namun, website memberikan keunggulan yang tidak bisa ditanggapi oleh platform pihak ketiga.

Kredibilitas dan Kepercayaan Pelanggan

Website profesional menunjukkan bahwa bisnis Anda serius dan bisa dipercaya. Sebelum memutuskan membeli, banyak calon pelanggan akan mencari nama bisnis Anda di Google terlebih dahulu. Jika yang muncul hanya akun Instagram tanpa website, tingkat kepercayaan mereka akan lebih rendah dibandingkan jika mereka menemukan website profesional dengan informasi lengkap [4].

Kontrol Penuh atas Brand Anda

Di marketplace, tampilan toko Anda dibatasi oleh template platform. Di media sosial, algoritma menentukan siapa yang melihat konten Anda. Dengan website sendiri, Anda memiliki kontrol penuh atas desain, konten, data pelanggan, dan cara orang berinteraksi dengan brand Anda. Tidak ada risiko akun di-suspend atau algoritma berubah mendadak.

Jangkauan Tanpa Batas Geografis

Website memungkinkan bisnis Anda diakses 24/7 oleh siapa saja, dari mana saja. Seorang pengrajin di Ubud bisa menjual produknya ke pelanggan di Surabaya, Jakarta, bahkan luar negeri. Data menunjukkan bahwa 96% pengguna internet Indonesia mengakses web melalui perangkat mobile [5], sehingga website yang responsif bisa menjangkau hampir seluruh populasi digital.

Fondasi Digital Marketing

Website adalah pusat dari seluruh strategi digital marketing Anda. SEO (Search Engine Optimization) membantu website muncul di hasil pencarian Google. Konten blog menarik pengunjung baru secara organik. Landing page mendukung kampanye iklan berbayar. Email marketing mengarahkan pelanggan kembali ke website. Tanpa website, strategi-strategi ini tidak memiliki “rumah” untuk mengarahkan traffic.

Langkah 1: Tentukan Tujuan dan Jenis Website

Sebelum memulai hal teknis apa pun, jawab pertanyaan fundamental ini: apa tujuan utama website Anda?

Jawaban atas pertanyaan ini akan menentukan jenis website, fitur yang dibutuhkan, dan anggaran yang perlu disiapkan. Berikut beberapa jenis website yang umum untuk UMKM.

Website Company Profile cocok untuk bisnis jasa seperti konsultan, bengkel, atau salon. Tujuannya memperkenalkan bisnis, menampilkan portofolio, dan menyediakan informasi kontak. Fitur utama meliputi halaman Tentang Kami, daftar layanan, galeri foto, testimoni, dan formulir kontak.

Website Katalog Produk cocok untuk bisnis yang menjual produk tetapi transaksi dilakukan secara offline atau melalui WhatsApp. Website ini menampilkan produk lengkap dengan deskripsi dan harga, lalu mengarahkan pelanggan untuk menghubungi Anda.

Toko Online (E-commerce) cocok untuk bisnis yang ingin menjual langsung melalui website dengan fitur keranjang belanja, pembayaran online, dan manajemen pesanan. Jenis ini membutuhkan integrasi payment gateway seperti Midtrans atau Xendit.

Website Blog + Bisnis cocok untuk bisnis yang ingin membangun authority di bidangnya melalui konten edukatif sekaligus mempromosikan produk atau jasa. Ini adalah pendekatan yang paling efektif untuk strategi SEO jangka panjang.

Langkah 2: Pilih dan Daftarkan Nama Domain

Domain adalah alamat website Anda di internet, misalnya namabisnis.com. Ini adalah identitas online Anda, jadi pilihlah dengan cermat.

Tips Memilih Domain yang Tepat

Pertama, gunakan nama yang mudah diingat dan diucapkan. Hindari ejaan yang membingungkan, angka, atau tanda hubung yang berlebihan. Kedua, usahakan nama domain sesuai dengan nama bisnis Anda agar pelanggan mudah menemukannya. Ketiga, pilih ekstensi yang tepat. Ekstensi .com adalah yang paling dikenal secara universal. Untuk bisnis lokal Indonesia, ekstensi .co.id atau .id juga bisa menjadi pilihan yang baik karena membangun kepercayaan di pasar lokal [6].

Biaya Domain

Biaya registrasi domain bervariasi tergantung ekstensi. Untuk .com, harganya berkisar antara Rp95.000 hingga Rp190.000 per tahun. Ekstensi .id atau .co.id biasanya sedikit lebih mahal, sekitar Rp150.000 hingga Rp350.000 per tahun [7]. Banyak penyedia hosting yang memberikan domain gratis selama satu tahun saat Anda membeli paket hosting.

Langkah 3: Pilih Hosting yang Tepat

Hosting adalah layanan penyimpanan file website Anda agar bisa diakses secara online. Bayangkan domain sebagai alamat rumah, dan hosting sebagai tanah dan bangunannya.

Jenis Hosting untuk UMKM

Shared Hosting adalah pilihan paling terjangkau dengan biaya mulai dari Rp12.900 hingga Rp100.000 per bulan. Pada hosting ini, server digunakan bersama dengan website lain. Cocok untuk website baru dengan traffic di bawah 10.000 pengunjung per bulan [7].

Cloud Hosting menawarkan performa lebih baik dengan biaya Rp100.000 hingga Rp370.000 per bulan. Resource lebih fleksibel dan bisa di-scale sesuai kebutuhan. Cocok untuk website yang mulai berkembang.

VPS (Virtual Private Server) memberikan resource dedicated dengan biaya Rp100.000 hingga Rp850.000 per bulan. Membutuhkan pengetahuan teknis untuk mengelolanya. Cocok untuk website dengan traffic tinggi atau kebutuhan khusus.

Untuk UMKM yang baru memulai, shared hosting sudah sangat memadai. Anda selalu bisa upgrade seiring pertumbuhan traffic website.

Kriteria Memilih Penyedia Hosting

Pastikan penyedia hosting memiliki uptime minimal 99,9%, artinya website Anda hampir tidak pernah down. Perhatikan juga kecepatan server, karena 53% pengunjung mobile akan meninggalkan website yang loading-nya lebih dari 3 detik. Pilih hosting yang menyediakan SSL gratis (sertifikat keamanan HTTPS), backup otomatis, dan customer support 24/7 dalam bahasa Indonesia.

Langkah 4: Pilih Platform Pembuatan Website

Ada dua pilihan utama untuk membuat website: WordPress dan Website Builder. Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing [8].

WordPress (Rekomendasi untuk Jangka Panjang)

WordPress menguasai sekitar 43% dari seluruh website di dunia [9]. Platform ini bersifat open-source (gratis) dan menawarkan fleksibilitas yang sangat tinggi.

Kelebihan WordPress antara lain adalah ribuan tema dan plugin gratis maupun premium yang tersedia, kontrol penuh atas SEO melalui plugin seperti Yoast SEO, kemampuan berkembang tanpa batas seiring pertumbuhan bisnis, komunitas besar sehingga tutorial dan bantuan mudah ditemukan, serta biaya jangka panjang yang lebih hemat.

Kekurangan WordPress adalah membutuhkan sedikit waktu untuk dipelajari, Anda perlu mengelola update dan keamanan secara mandiri, serta perlu membeli hosting dan domain terpisah.

Website Builder (Untuk yang Ingin Cepat Online)

Website Builder seperti Wix, Squarespace, atau builder bawaan hosting provider menawarkan kemudahan pembuatan website tanpa perlu pengetahuan teknis.

Kelebihan Website Builder meliputi antarmuka drag-and-drop yang sangat mudah, bisa online dalam hitungan jam, hosting sudah termasuk dalam paket, serta cocok untuk pemula yang belum familiar dengan teknologi.

Kekurangan Website Builder adalah kustomisasi terbatas pada template yang disediakan, SEO kurang fleksibel dibandingkan WordPress, biaya langganan bulanan yang bisa lebih mahal dalam jangka panjang, serta ketergantungan pada satu platform [8].

Rekomendasi

Jika Anda serius membangun kehadiran digital jangka panjang, WordPress adalah pilihan yang lebih baik. Investasi waktu untuk mempelajarinya akan terbayar dalam bentuk fleksibilitas, SEO yang lebih kuat, dan biaya yang lebih hemat. Namun jika Anda butuh website segera dengan budget minimal dan tidak ingin repot dengan hal teknis, Website Builder adalah solusi praktis.

Langkah 5: Desain Website yang Profesional

Tampilan website sangat menentukan kesan pertama pengunjung. Website yang profesional tidak harus mahal atau rumit, yang terpenting adalah bersih, mudah dinavigasi, dan responsif di semua perangkat.

Prinsip Desain untuk UMKM

Mobile-first design adalah keharusan, bukan pilihan. Google sudah menerapkan mobile-first indexing, yang berarti performa versi mobile website Anda menjadi acuan utama penilaian mereka di hasil pencarian [10]. Pastikan website Anda tampil sempurna di smartphone sebelum mengoptimalkan tampilan desktop.

Navigasi yang sederhana memudahkan pengunjung menemukan informasi yang mereka cari. Gunakan menu utama yang jelas dengan maksimal 5 hingga 7 item. Setiap halaman penting harus bisa dicapai dalam maksimal 3 klik dari halaman mana pun.

Kecepatan loading sangat mempengaruhi pengalaman pengguna dan ranking SEO. Kompres gambar sebelum di-upload menggunakan tools gratis seperti TinyPNG. Minimalkan penggunaan plugin atau widget yang tidak perlu. Pilih tema yang ringan dan dioptimasi untuk kecepatan.

Konsistensi visual membangun brand yang kuat. Gunakan palet warna yang konsisten (maksimal 2 hingga 3 warna utama), font yang sama di seluruh halaman, dan gaya foto yang seragam.

Langkah 6: Buat Halaman-Halaman Penting

Setiap website bisnis membutuhkan beberapa halaman inti yang memberikan informasi lengkap kepada pengunjung [4].

Beranda (Homepage) adalah halaman pertama yang dilihat pengunjung. Tampilkan ringkasan bisnis Anda dalam kalimat yang jelas dan menarik, produk atau layanan unggulan, ajakan bertindak (Call-to-Action) yang menonjol seperti “Hubungi Kami” atau “Lihat Produk”, serta testimoni singkat dari pelanggan.

Tentang Kami menceritakan kisah bisnis Anda. Siapa Anda, mengapa memulai bisnis ini, apa nilai yang Anda pegang, dan mengapa pelanggan harus memilih Anda. Halaman ini membangun koneksi emosional dengan pengunjung.

Produk atau Layanan menampilkan apa yang Anda tawarkan secara detail. Gunakan foto berkualitas tinggi, deskripsi yang jelas, dan informasi harga jika memungkinkan. Untuk toko online, organisasikan produk dalam kategori yang logis.

Kontak menyediakan berbagai cara untuk menghubungi Anda, termasuk formulir kontak, alamat email, nomor telepon atau WhatsApp, alamat fisik jika relevan, serta link ke akun media sosial. Integrasikan Google Maps jika Anda memiliki lokasi fisik.

Blog (opsional tapi sangat direkomendasikan) menjadi mesin SEO jangka panjang Anda. Tulis artikel yang relevan dengan industri Anda, jawab pertanyaan umum pelanggan, dan bagikan tips yang bermanfaat. Setiap artikel berkualitas adalah pintu masuk baru bagi calon pelanggan dari Google.

Langkah 7: Optimasi SEO Dasar

SEO (Search Engine Optimization) adalah proses membuat website Anda mudah ditemukan di hasil pencarian Google. Untuk UMKM, SEO bisa menjadi sumber traffic gratis yang sangat berharga.

SEO On-Page yang Wajib Dilakukan

Riset kata kunci adalah langkah pertama. Gunakan Google Keyword Planner atau Ubersuggest untuk menemukan kata kunci yang dicari calon pelanggan Anda. Misalnya, jika Anda menjual kue kering di Bali, kata kunci seperti “kue kering Bali” atau “jual kue lebaran Denpasar” bisa menjadi target.

Optimasi judul dan meta description setiap halaman. Judul halaman (title tag) sebaiknya mengandung kata kunci utama dan tidak lebih dari 60 karakter. Meta description berisi ringkasan halaman dalam 155 karakter yang menarik orang untuk mengklik.

Struktur heading yang benar membantu Google memahami konten Anda. Gunakan H1 untuk judul utama (hanya satu per halaman), H2 untuk sub-judul, dan H3 untuk sub-sub-judul.

Alt text pada gambar membantu Google memahami isi gambar dan meningkatkan aksesibilitas. Deskripsikan gambar dengan singkat dan sertakan kata kunci jika relevan secara natural.

Internal linking menghubungkan halaman-halaman di website Anda. Ini membantu Google memahami struktur website dan mendistribusikan “authority” ke seluruh halaman.

Tools SEO Gratis untuk Pemula

Untuk WordPress, install plugin Yoast SEO atau Rank Math yang akan memandu Anda mengoptimasi setiap halaman. Daftarkan website Anda di Google Search Console untuk memantau performa di hasil pencarian. Gunakan Google Analytics untuk melacak traffic dan perilaku pengunjung.

Langkah 8: Integrasikan Fitur Penting untuk Bisnis

Selain halaman-halaman dasar, beberapa fitur tambahan bisa meningkatkan efektivitas website bisnis Anda.

WhatsApp Button

Dengan 112 juta pengguna WhatsApp di Indonesia, tombol WhatsApp di website memudahkan calon pelanggan untuk langsung menghubungi Anda. Banyak plugin WordPress gratis yang menyediakan fitur ini.

Google My Business

Daftarkan bisnis Anda di Google My Business dan hubungkan dengan website. Ini membantu bisnis Anda muncul di Google Maps dan hasil pencarian lokal, sangat penting untuk UMKM yang melayani area geografis tertentu.

Sistem Pembayaran Online

Jika Anda menjual produk melalui website, integrasikan payment gateway seperti Midtrans, Xendit, atau DOKU. Untuk UMKM yang baru mulai, QRIS juga bisa menjadi opsi pembayaran yang mudah, mengingat jumlah merchant yang menerima QRIS telah mencapai lebih dari 50 juta di seluruh Indonesia [11].

SSL Certificate

SSL membuat website Anda aman (ditandai dengan HTTPS dan ikon gembok di browser). Selain melindungi data pengunjung, SSL juga menjadi faktor ranking di Google. Kabar baiknya, kebanyakan penyedia hosting sudah menyertakan SSL gratis.

Berapa Biaya Membuat Website untuk UMKM?

Salah satu kekhawatiran terbesar pelaku UMKM adalah biaya. Mari kita hitung secara realistis.

Opsi Hemat: DIY dengan WordPress

Dengan pendekatan DIY (Do It Yourself), biaya pembuatan website bisa sangat terjangkau. Domain .com memerlukan biaya sekitar Rp95.000 hingga Rp190.000 per tahun. Shared hosting berkisar antara Rp155.000 hingga Rp1.200.000 per tahun. Tema WordPress gratis tersedia dengan kualitas yang sudah baik, atau tema premium bisa didapatkan dengan biaya Rp700.000 hingga Rp1.500.000 per tahun. Plugin gratis seperti Yoast SEO, WooCommerce, dan Contact Form sudah cukup untuk kebutuhan awal [7].

Total estimasi tahun pertama untuk opsi hemat berkisar antara Rp250.000 hingga Rp2.500.000, tergantung pilihan yang Anda ambil. Angka ini jauh lebih terjangkau dari yang dibayangkan banyak orang.

Opsi Jasa Profesional

Jika Anda tidak ingin repot atau membutuhkan website yang lebih kompleks, menggunakan jasa pembuatan website profesional adalah pilihan yang tepat. Untuk landing page sederhana, biayanya berkisar Rp1,5 juta hingga Rp5 juta. Website company profile standar memerlukan biaya Rp5 juta hingga Rp25 juta. Sedangkan toko online dengan fitur lengkap bisa mencapai Rp20 juta atau lebih [12].

Kesalahan Umum yang Harus Dihindari

Berdasarkan pengalaman banyak UMKM yang sudah membuat website, berikut kesalahan yang sering terjadi.

Mengabaikan versi mobile. Dengan 96% akses internet dari perangkat mobile di Indonesia [5], website yang tidak responsif akan kehilangan mayoritas pengunjung potensial.

Konten yang tidak diperbarui. Website yang terakhir diupdate dua tahun lalu memberikan kesan bahwa bisnis sudah tidak aktif. Minimal, perbarui informasi produk dan harga secara berkala. Lebih baik lagi, publikasikan artikel blog secara rutin.

Tidak ada Call-to-Action yang jelas. Setiap halaman harus memiliki tujuan. Apa yang Anda inginkan pengunjung lakukan? Menghubungi Anda? Membeli produk? Mendaftar newsletter? Buat ajakan bertindak yang jelas dan menonjol.

Loading terlalu lambat. Gambar yang tidak dikompres, plugin yang terlalu banyak, atau hosting yang murah bisa membuat website lambat. Gunakan tools seperti Google PageSpeed Insights untuk mengecek dan memperbaiki kecepatan website Anda.

Tidak mengukur performa. Tanpa Google Analytics, Anda tidak tahu berapa orang yang mengunjungi website, dari mana mereka datang, dan halaman mana yang paling diminati. Data ini sangat penting untuk mengembangkan strategi digital Anda.

Langkah Selanjutnya: Dari Website ke Bisnis Digital

Memiliki website adalah langkah pertama dalam transformasi digital UMKM Anda. Setelah website jadi, langkah berikutnya adalah mendatangkan pengunjung secara konsisten dan mengubah mereka menjadi pelanggan.

Mulailah dengan membuat konten blog yang menjawab pertanyaan calon pelanggan Anda. Optimalkan SEO secara bertahap. Integrasikan website dengan media sosial Anda. Gunakan Google Analytics untuk memahami perilaku pengunjung dan terus memperbaiki pengalaman mereka.

Bagi pelaku UMKM yang ingin melangkah lebih jauh, teknologi AI kini bisa membantu banyak aspek bisnis digital, mulai dari chatbot untuk melayani pelanggan 24/7, pembuatan konten marketing, hingga analisis data pelanggan. Platform seperti DewataTech menyediakan layanan pembuatan website profesional yang dirancang khusus untuk kebutuhan UMKM Indonesia, lengkap dengan optimasi SEO dan integrasi AI.

Transformasi digital UMKM Indonesia sedang berlangsung. Dengan 25 juta UMKM yang sudah masuk ekosistem digital [2], peluang masih terbuka sangat lebar bagi Anda yang siap memulai. Website profesional adalah investasi, bukan biaya. Dan di era dimana konsumen mencari segalanya di Google, bisnis tanpa website sama dengan bisnis tanpa papan nama.

Mulailah dari yang sederhana. Pilih domain, pilih hosting, install WordPress, dan buat halaman pertama Anda. Seiring waktu, Anda akan terus belajar dan mengembangkan website menjadi aset digital paling berharga bagi bisnis Anda.


Sumber dan Referensi

[1] Kemenko Perekonomian RI (2026). “Pemerintah Dorong UMKM Naik Kelas, Tingkatkan Kontribusi terhadap Ekspor Indonesia.” UMKM menyumbang 60%+ PDB, menyerap 97% tenaga kerja, 64 juta unit usaha. https://ekon.go.id/publikasi/detail/6152/pemerintah-dorong-umkm-naik-kelas-tingkatkan-kontribusi-terhadap-ekspor-indonesia

[2] Kemenko Perekonomian RI (2026). “Komitmen Pemerintah Memperkuat UMKM sebagai Motor Pemerataan Ekonomi.” 25 juta UMKM terintegrasi ekosistem digital, QRIS tumbuh 139,99% yoy. https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/6782/komitmen-pemerintah-memperkuat-umkm-sebagai-motor-pemerataan-dan-pemberdayaan-ekonomi-masyarakat

[3] APJII (2025). “Profil Internet Indonesia 2025.” 229,4 juta pengguna internet, penetrasi 80,66%. Survei 8.700 responden di 38 provinsi. https://www.cloudcomputing.id/berita/pengguna-internet-ri-2025-229-4-juta

[4] LSP UMKM & Wirausaha Indonesia (2025). “Cara Membuat Website Profesional untuk UMKM.” Panduan domain, hosting, desain, dan halaman penting. https://lspumkm-wi.co.id/cara-membuat-website-profesional-untuk-umkm/

[5] DIP Strategy (2025). “Statistik Menarik Industri Digital di Indonesia Tahun 2025.” 96% akses internet via mobile, rata-rata 8,5 jam/hari, 20 juta UMKM di platform digital. https://dipstrategy.co.id/blog/statistik-menarik-industri-digital-di-indonesia-tahun-2025/

[6] DigiBuddy (2025). “Cara Membuat Website UMKM dengan Biaya Murah.” Domain .id vs .com, tips hosting, dan SEO dasar untuk UMKM. https://digibuddy.id/cara-membuat-website-umkm-dengan-biaya-murah/

[7] Hostinger Indonesia (2026). “Berapa Harga Website WordPress di Tahun 2026?” Detail biaya hosting Rp23.900-Rp368.900/bulan, domain, plugin premium. https://www.hostinger.com/id/tutorial/harga-website-wordpress

[8] Universitas Telkom Jakarta (2025). “Memilih Platform Website: WordPress vs Website Builder.” Perbandingan biaya, SEO, dan skalabilitas. https://jakarta.telkomuniversity.ac.id/memilih-platform-website-wordpress-vs-website-builder/

[9] FruityLOGIC (2025). “Mengenal Kelebihan dan Kekurangan WordPress.” Market share 43%, ecosystem plugin, dan perbandingan platform. https://fruitylogic.com/blog/kelebihan-dan-kekurangan-wordpress/

[10] IDWebHost (2025). “Tren Desain Website UMKM 2025.” Mobile-first indexing Google, sustainable web design, micro-interactions. https://idwebhost.com/blog/tren-desain-website-umkm/

[11] QRIS Interactive (2025). “Tumbuh 162%, QRIS Jadi Tulang Punggung Transaksi Digital Juli 2025.” 50+ juta merchant QRIS, pertumbuhan 162% yoy. https://qris.interactive.co.id/homepage/blog-detail.php?lang=en&page=MjE5

[12] NafisPradipta.id (2025). “Berapa Biaya Membuat Website 2025 – Panduan Harga Lengkap.” Landing page Rp800rb-3jt, company profile Rp2jt-10jt, e-commerce Rp2jt-15jt. https://nafispradipta.id/berapa-biaya-membuat-website/


Artikel ini terakhir diperbarui pada Januari 2026. Harga dan spesifikasi layanan hosting bisa berubah, pastikan untuk mengecek informasi terbaru dari masing-masing penyedia.